warkah buat sahabat

6

Mari lewati lorong waktu, menyusuri jalan-jalan dunia yang penuh tipu daya
bersama-sama. Langkahi perjalanan pagi, siang, petang dan malam, yang penuh
liku, dengan persahabatan dalam keimanan. Di dunia ini, kita harus saling
berpegangan tangan. Kita tak mungkin selamat mengarungi bahtera kehidupan
yang sangat luas dengan ancaman badai fitnah ini, seorang diri. Kita tak
dapat terlepas dari ancaman fitnahnya dengan hanya mengharapkan kemampuan
sendiri. Kerana, kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh kelemahan dan
mudah terpedaya. “Dan diciptakan manusia itu dalam keadaan lemah.” (An-Nisa
: 28)

Ikhwah, Akhawat dan adik-adik,
Kebersamaan dan persahabatan di jalan Allah lah yang akan mengantarkan kita
menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan, kebersamaan dan
persahabatan di jalan Allah lah yang juga akan mengiringi kita pada
kebahagiaan akhirat. Allah SWT memberitakan bahawa hanya persahabatan di
atas dasar iman dan takwalah yang akan kekal abadi. “Teman-teman akrab pada
hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain
kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Az-Zukhruf : 67). Ibnu Kasir
mengatakan, “Seluruh persaudaran dan persahabatan yang tidak berlandaskan
kerana Allah pada hari kiamat nanti akan berubah menjadi permusuhan.” Begitu
juga pesan Rasul SAW dalam haditsnya , yang menyebutkan bahawa kita akan
dibangkitkan di hari kiamat bersama-sama orang yang kita cintai.

Saudaraku se-Akidahku,
Renungilah… Siapa orang yang kita cintai? Siapa orang-orang yang paling
dekat dengan kita dalam menyusuri kehidupan ini? Siapa orang yang paling
menghiasi ingatan kita? Siapa yang menemani langkah-langkah hidup kita?
Orang solehkah dia? Mengajak pada kebaikan dan keredhaan Allah kah dia?
Bayangkanlah persahabatan orang beriman di dunia yang kisahnya berlanjut
hingga di akhirat, sebagaimana digambarkan oleh Ali bin Abi Talib RA.

“Ada dua orang mukmin yang bersahabat dan berteman akrab. Salah seorang dari
keduanya meninggal dunia terlebih dahulu dan ia mendapat berita gembira dari
syurga. Ketika itu ia teringat akan teman akrabnya yang masih hidup di dunia
lalu ia berdo’a : “Ya Allah, sesungguhnya fulan adalah teman akrabku, dia
yang menasihatiku berlaku taat kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu. Dia yang
mengajakku melakukan kebaikan dan mencegahku dari melakukan kemungkaran. Dia
juga yang menyedarkanku akan pertemuan dengan-Mu.. Ya Allah jangan Engkau
sesatkan dia sepeninggalku sampai Engkau perlihatkan padanya kenikmatan yang
Engku berikan padaku dan sampai Engkau meredhainya sebagaimana Engkau redha
kepadaku.”

Maka Allah berkata padanya, “Pergilah. Seandainya engkau tahu yang Aku akan
berikan kepadanya, niscaya engkau akan banyak tertawa dan sedikit menangis.”
Sampai pada waktunya kemudian teman akrabnya itu meninggal dunia dan roh
mereka bertemu di Syurga. Allah berkata kepada mereka, “Saling memujilah
kalian kepada sahabat kalian.” Maka masing-masing mereka mengatakan, “Dia
adalah sebaik-baik teman, sebaik-baik saudara, sebaik-baik sahabat…”

Alangkah indahnya!…

Pertemuan yang sangat menyanyat hati dan penuh kegembiraan. Mari kita mulai
dari sekarang. Bersahabatlah dengan orang-orang yang mendekatkan kita pada
redha-Nya… InsyaAllah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: