sepucuk surat cinta

Ketika mengemas almari fail-fail lama, tertarik pandangan pada sepucuk surat cinta. Di baca perlahan. Berbunga-bunga dan indah bahasanya. Sapaanya jua terasa lembut. Saat yang gembira. Tapi ianya bukan dituju buatku. Penerimanya ialah adik. Ketika menghubungi adikku yang sedang belajar diperantauan, aku segera menanyakan perihal warkah cinta yang kutemui. Berasa hairan dengan permintaannya, namun ada makna yang terselit.

Adik    : Simpankan surat itu dikamarku.

Aku     : Bukankah itu cerita lama? Mengapa masih ingin disimpan?

Adik    : Walaupun ianya cerita lama, tapi ianya kisahku. Aku akan tetap menghargai setiap apa yang terjadi dalam hidupku.

Aku diam sejenak, berfikir. Selalu, ingin saja dibuang atau dipadamkan kisah-kisah yang tidak enak diingatan. Kisah pilu yang ibarat batu bara yang memedihkan, namun andai batu bara itu dimanfaatkan, ianya akan menyala dan menerangi ruang yang gelap, dan menghilangkan kedinginan.

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan dan perpisahan akan membawa sebuah pengertian, bukan kebencian atau permusuhan. Setiapnya ada hikmah dan ada pengertian yang patut diertikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: