kisah sang pungguk

Di dalam sebuah hutan rimba permai, ada seekor pungguk yang selalu menanti kehadiran malam. Saban malam Pungguk akan mengadu pada bulan..

“Bulan yang telah menawan hatiku.. datanglah padaku.. aku terlalu merinduimu.. ku harap kau sudi terhadapku..”

Namun, setiap kali Bulan tidak pernah ingin mengendahkan kata-kata sang Pungguk. Bulan lebih senang ditemani bintang-bintang yang bergemerlapan disekelilingnya. Berkata Bulan pada sang Pungguk “Kedudukan aku sangat tinggi, mana mungkin aku perlukanmu, kamu tidak setanding aku, lagipun kamu hanya sang Pungguk.. Hahaha.. mana mungkin aku perlukanmu” Kata-kata bulan yang terlalu sombong menghancurkan sedikit demi sedikit hati sang Pungguk. Berlalulah sang Pungguk dalam kesayuan, bersama hati yang perih dan pedih.

Walaupun begitu, sang Pungguk tetap tidak pernah rasa ingin berputus asa, jauh disudut hatinya bulan perlukannya. Sudah ramai yang menasihatinya untuk berputus asa pada bulan, tapi hatinya setiap kali tetap ingin memandang pada Bulan.

Begitulah sang pungguk, tidak pernah beralih .. tetap menanti disitu.. walau sehingga akhir waktu..

—————————————————–

Terkadang kita sukar memahami isi hati sendiri.. sukar untuk menghalang hati dari melakukan perkara yang kita tidak ingini.. walau kita sudah mengetahui realitinya. Segalanya bermula dari hati.. kuasailah hatimu dengan iman sebelum nafsu menguasainya terlebih dahulu.. life will be complicated if you cannot control ur heart… i think… huh (sigh)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: